Senin, 16 November 2009 - 14:00:58 WIB Film Kiamat "2012" Meraup Untung Besar Diposting oleh : Redaksi
Kategori: Hiburan
- Dibaca: 41 kali
VIVAnews - Film bertema kiamat '2012' diluncurkan
secara serentak di seluruh dunia pada Jumat 13 November 2009. Film besutan
sutradara Hollywood, Roland Emmerich itu lantas jadi fenomenal. Film 2012 yang
menceritakan tentang bencana di akhir dunia berhasil menarik perhatian
masyarakat dunia. Baru tiga hari tayang, film ini berhasil meraih keuntungan
sebesar Rp 2,1 triliun.
Penonton rela antri dan berdesak-desakan demi menonton film yang dilatarbelakangi
akhir penanggalan Bangsa Maya pada 2012, yang dihubungkan dengan hari akhir
dunia.
Antrian panjang penonton juga berarti pundi-pundi uang. Dalam tiga hari
penayangan, uang senilai US$ 65 juta, berhasil dikumpulkan. Itu hanya di
Amerika Serikat. Sampai saat ini, antusiasme orang untuk menonton film tersebut
masih tinggi. Mereka rela berdesak-desakan dan antri untuk mendapatkan tiket
film yang disutradarai oleh Roland Emmerich.
Sementara di seluruh di dunia, '2012' diperkirakan menghasilkan tak kurang dari
US$ 225 juta. Dibandingkan dengan ongkos produksi yang sebesar US$ 200 juta,
'2012' dipastikan untung besar.
Kiamat tak hanya ditunjukan dalam '2012', kekhawatiran besar atas nasib
umat manusia juga ditunjukan dalam film-film anyar 'The Road' dan 'The Book of
Eli'.
Kekhawatiran atas kehancuran dunia akibat pemanasan global, perang Irak dan
Afganistan, ancaman teroris, dan kehancuran ekonomi, akan terus diolah dalam film.
*****
Bukan kali ini saja Hollywood menangguk untung dari menjual film bertema kiamat
dan kehancuran besar.
Tak hanya memanfaatkan berbagai ramalan, yang bahkan di luar pemikiran
Nostradamus, sang peramal besar, versi kiamat ala Hollywood menyesuaikan diri
dengan trend ancaman yang paling dirasakan manusia di era tertentu.
Seperti dikutip dari laman, CBSnews, tema kehancuran
dunia mulai marak di awal Perang Dingin. Ketakutan dan trauma nuklir
diterjemahkan Hollywood dalam film, sebut saja 'On the Beach', 'Fail-Safe', dan
'Dr. Strangelobe'.
Ketika dunia mengkhawatirkan ledakan jumlah manusia dan masa depan yang suram,
Hollywood lantas melempar film-film dengan tema itu, sebut saja 'Soylent
Green', 'Silent Running', dan 'The Omega Man'.
Di tahun 1950-an, Hollywood juga menerjemahkan kiamat sebagai perang manusia
dengan mahluk luar angkasa atau serangan benda-benda luar angkasa, misalnya
dalam "When Worlds Collide" and "War of the Worlds."
Kiamat juga diterjemahkan Hollywod dalam banyak cara, dari yang bisa diterima
nalar hingga yang paling muskil.
Film bertemakan wabah vampir , misalnya film Ethan Hawke 'Daybreaker' atau
wabah zombie yang menggantikan manusia, seperti tergambar dalam film
komedi horor, 'Zombieland' dan 'George Romero's Surbvival of The Death'.
Kehancuran dunia ala Hollywood juga disebabkan perang mati-matian manusia
dengan mesin seperti ditunjukan dalam 'Terminator Salvation' dan petualangan
animasi '9".
Bangsa kera juga diberi tempat Hollywood sebagai mahluk penyebab kehgancuran
manusia dalam 'Planet of the Apes'.
Film dokumenter Al Gore. 'An Inconvenient Truth' yang menggambarkan kerusakan
lingkungan akibat pemanasan global, menginspirasi adegan banjir dahsyat dan
munculnya bahtera Nuh.
Gambaran tentang bumi yang rusak dan tertutup gunungan sampah juga muncul dalam
film anak-anak 'Wall-E'.
Jika, ramalan kehancuran dunia pada 2012 tak terbukti, setidaknya kiamat ala
Hollywood akan terus bermetamorfosa.