Senin, 16 November 2009 - 13:38:46 WIB
ASI terbaik untuk Bayi
Diposting oleh : Redaksi
Kategori: Klinik
- Dibaca: 285 kali
Menyusui merupakan tahap lanjutan dari persalinan. Menyusui merupakan cara alamiah makhluk Tuhan untuk memberikan makan dan minuman kepada keturunannya pada masa awal kehidupan bayi.
Manfaat menyusui bagi ibu adalah berkaitan langsung dengan pemulihan kesehatan ibu paska persalinan. Antara lain mencegah pendarahan setelah persalinan, mengembalikan rahim kepada ukuran semula dan mengembalikan bentuk tubuh ibu ke ukuran semula. Menyusi juga mencegah timbulnya kanker rahim dan kanker payudara. Selain juga merupakan cara menjarangkan kehamilan terutama jika ibu memberikan ASI eksklusif, menyusui juga praktis dan ekonomis karena "siap setiap saat" dan murah.
Sedangkan manfaat bagi bayi adalah menyusu memberikan rasa aman, nyaman dan terlindungi. ASI mengandung berbagai zat seperti immunoglobulin, lisosim, factor bifidus dan zat-zat yang menekan pertumbuhan bakteri usus. Colostrum yang kaya akan zat-zat kekebalan ini akan melindungi bayi dari berbagai penyakit infeksi, baik untuk pencernaan sehingga bayi jarang sakit, terkena infeksi saluran atas seperti batuk pilek dan diare. ASI merupakan makan yang ideal bagi bayi terutama sejak lahir hingga usia 6 bulan. ASI mengandung pula zat-zat yang diperlukan untuk perkembangan kecerdasan otak sehingga menghasilkan manusia yang cerdas.
Menyusui juga akan mengeratkan jalinan kasih sayang antara ibu dengan bayinya yang disebut "Bonding". Dalam dekapan ibu, bayi akan merasakan kehangatan dan perlindungan. Begitu pula ibu akan merasa puas karena dapat memberikan yang terbaik untuk anaknya. Ini akan menjadi dasa bagi perkembangan emosi bayi.
Ibu menyusui membutuhkan zat-zat gizi lebih banyak daripada ibu yang tidak menyusui. Untuk mendukung produksi ASI yang cukup dan agar bayi dan ibu memiliki status gizi yang baik maka ibu menyusui perlu makanan dan gizi yang seimbang.
Untuk sumber Karbohidrat, nasi sebagai makan dapat ditambah dengan jagung kuning, ubi merah dan labu kuning yang banyak mengandung karoten. Sebagai sumber protein : ikan, terutama yang dapat dimakan tulang dan durinya, selain protein mengandung pula kalsium dan mineral yang diperlukan tubuh. Ayam, daging sapi, hati ayam/sapi, susu, tempe, tahu dan kacang-kacangan juga makan kaya protein, vitamin dan mineral.
Sedangkan untuk sumber vitamin dan meniral adalah sayuran yang berwarna hijua seperti daun bayam, katuk, singkong, pepaya, sawi hijau dan aneka buah seperti alpukat, jeruk, semangka, jambu biji, magga, pepaya dan sebagainya. Untuk sumber lemak, pilih sumber lemak tak jenuh yang mudah dicerna tubuh, sepeti minyak kacang, minyakkela[pa sawit dan minyak biji bunga matahari.
Ibu menyusui juga dianjurkan untuk minum dalam jumlah cukup, paling sedikit 8 gelas. Bisa berupa air putih, air rebusan kacang hijau, susu, jamu dan sebagainya.
Bebrapa hari setelah melahirkan, payudara ibu akan terus mengalirkan cairan kuning (kolostrum), sebelum AS terbentuk. Kolostrum ini penting karena memberikan semua kebutuhan nutrisi bayi pada usia tersebut. Produksi ASI dimuali hari ke-2 hingga ke-5, ditandai payudara ibu terasa kencang dan tak nyaman. Untuk menghindari pembengkakan, susukan bayi sesegera mungkin setelah lahir dan sesering mungkin.
Puting payudara harus dijaga bersih dan kering. Usahakan puting kering terkena udara setiap habis menyusui. Agar puting tak sakit, posisi bayi dan perlekatan mulut bayi harus benar. Sebaiknya usapkan tetesan ASI ke puting sebelum dan sesudah menyusui agar puting terjaga sehat sepanjang periode menyusui.
Selama beberapa hari, bentuk payudara kurang lebih sama sebelum kelahiran bayi. Namun saat AS mulai diproduksi, ukuran payudara akan membesar, dan perlu ditopang dengan BH yang tepat agar nyaman.







