Senin, 16 November 2009 - 13:02:47 WIB
Asma Pada Anak dan Penanganannya
Diposting oleh : Redaksi
Kategori: Klinik - Dibaca: 190 kali


Penyakit kronik yang paling sering dijumpai pada anak di masa mendatang adalah asma, lebih-lebih setelah penyakit-penyakit infeksi dapat diatasi. Angka kejadian asma anak di Indonesia diperkirakan berkisar 5-10% dari populasi anak. Dari pengamatan agaknya ada kecenderungan peningkatan, baik dalam jumlah kejadian maupun beratnya penyakit.

           

            Seorang anak jelas menderita Asma apabila ia mengalami serangan batuk, sesak nafas dan mengi (suara nafas mencicit, ”ngik-ngik”, wheezing) berulang yang mempunyai respon baik terhadap pengobatan Asma.

 

            Serangan ini timbul akibat adanya kejang pada otot saluran nafas dalam paru-paru (=bronkus), penebalan selaput lendir (=mokusa) dan sumbatan lendir yang kental, sehingga anak tidak dapat menghirup dan mengeluarkan udara secara memadai.

 

            Asma merupakan salah satu bentuk alergi, tetapi terdapat juga penderita Asma yang sifat alerginya ringan atau tidak ada sama sekali. Asma yang jelas disebabkan alergi disebut Asma Ekstrinsik, dan jika penyebabnya tidak diketahui disebut Asma Intrinsik. Hampir tidak ada keraguan bahwa Asma juga merupakan salah satu penyakit yang diturunkan dalam keluarga dari satu generasi ke generasi berikutnya. Asma akibat alegi (ekstrinsik) lebih sering diturunkan.

 

            Ciri dan fakta yang penting adalah bahwa penyandang Asma mempunyai saluran nafas yang sangat peka dan bereaksi berlebihan bila terangsang. Faktor-faktor yang dapat mencetuskan Asma adalah:

  1. Infeksi saluran nafas
  2. Menghirup udara yang tercemar/merangsang
  3. Olah raga yang berlebihan, yang menyebabkan anak menghirup banyak udara dingin dan kering.
  4. Waktu-waktu tertentu misal saat tidur malam
  5. Emosi
  6. Alergi

 

Zat-zat dan alergen yang dapat menimbulkan serangan Asma sangat banyak jenisnya. Salah satu yang penting adalah serpihan kulit dan kotoran tungau debu rumah. Tungau debu rumah hanya dapat dilihat dengan mikroskop dan makanannya adalah serpihan kulit manusia yang banyak terdapat di tempat tidur. Tungau ini akan berkembang biak dengan baik ditempat yang lembab.

 

            Banyak anak yang juga sensitif terhadap serbuk bunga, spora jamur, bulu dan serpih kulit binatang. Berbagai jenis makan dan obat-obatan termasuk produk susu sapi, telur dan zat pengawet makanan dapat mencetuskan Asma pada sebagian kecil anak-anak.

 

            Tindakan orang tua untuk menghadapi serangan Asma pada anak adalah:

 

Eskipun penting, obat-obatan hanyalah sebagian dari penanganan Asma pada anak. Beberapa aspek yang lain perlu dipertimbangkan adalah:

·        Fisioterapi, Senam Asma, berenang di kolam hangat.

·        Menghindarkan anak dari alergen dan pencetus erangan Asma.

·        Untuk kasus tertentu : imunoterapi atau desensitisasi.

·        Tidak perlu mengucilkan anak karena Asma bukan penyakit menular

 

Mengi paling sering terjadi pada usia sampai 5 tahun. Sekitar separuh dari anak-anak ini tidak lagi mengalami mengi setelah berumur kurang lebih 10 tahun. Apabila dijumpai gejala Asma yang menetap atau serangan Asma yang sangat sering atau cukup berat, sangat tepat bila Anda mengkonsultasikan dengan dokter.



0 Komentar :

Isi Komentar :
Nama :
Website :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 






Ekonomi (3)
Hiburan (6)
Kesehatan (30)
Klinik (4)
Olahraga (8)
Politik (9)
Tanaman Obat (6)
Teknologi (5)
Tesis (4)
Umum (5)











Langganan RSS





/ /




Pilih Browser Favorit Anda?

Internet Explorer
Mozilla Firefox
Google Chrome
Opera

Hasil Poling