Senin, 14 Desember 2009 - 08:38:33 WIB
Mewaspadai virus Herpes Genitalis dan Simpleks
Diposting oleh : Redaksi
Kategori: Kesehatan - Dibaca: 184 kali


Herpes Genitalis adalah suatu infeksi pada kulit atau selaput mukosa dari alat kelamin, anus, atau rektum yang bersifat sangat menular. Infeksi ini ditularkan melalui hubungan seksual (baik oral-genital, genital-genital, atau genital-oral) sehingga digolongkan sebagai penyakit infeksi menular seksual. Herpes genitalis disebabkan oleh dua jenis virus herpes simpleks (Herpes Simplex Virus/HSV), yaitu HSV-1 dan HSV-2, yang dapat menyerang pria maupun wanita.

Herpes Simpleks aadalah penyakit infeksi virus yang ditandai dengan adanya bisul-bisul kecil berair yang teriritasi dan sangat nyeri pada kulit dan sistem saraf. Disebabkan oleh virus herpes simpleks (HSV) dan sangat menular. Herpes Simpleks biasanya berlangsung selama 2 minggu, kemudian mengalami penyembuhan. Namun demikian, individu tersebut mungkin menjadi pembawa virus (carrier) dan dapat mengalami kekambuhan.

Kebanyakan penyakit ini disebabkan oleh HSV-2 dan hanya 10-30% yang disebabkan HSV-1. Biasanya herpes simpleks sangat menular bilamana didapati lesi aktif berupa vesikel-vesikel atau ulserasi di atas kulit yang kemerahan (eritematosa). Potensi penularan ini akan terus berlangsung hingga 2 minggu sesudah hilangnya lesi.

Virus herpes simpleks masih dapat menular, sekalipun individu yang bersangkutan tidak mengalami gejala-gejala apapun. Karena itu, individu yang memiliki riwayat terinfeksi virus tersebut (carrier) masih dapat menularkan penyakitnya kepada pasangan seksualnya. Penularan ini disebut sebagai penularan asimtomatik. Sekali terinfeksi, individu tersebut dapat mengalami kekambuhan di lain waktu karena virus herpes simpleks menjadikan tubuh manusia sebagai 'kediaman permanen'. Virus ini akan tinggal di dalam sel-sel saraf dalam keadaan non-aktif dalam waktu cukup lama, sampai akhirnya menjadi aktif kembali jika dipicu oleh faktor-faktor tertentu.

Serangan subsekuens biasanya lebih ringan dan berlangsung lebih singkat, dan dapat berulang kembali beberapa bulan kemudian. Ibu hamil yang mengidap herpes genital juga dapat berpotensi menularkan virusnya kepada bayi yang akan dilahirkan jika proses persalinan berlangsung pervaginam. Jika hal ini terjadi maka akan mengakibatkan gangguan neurologik, keruskan otak, kebutaan, bahkan kematian pada bayi.


1 Komentar :

ike ahyani
20 April 2010 - 11:23:34 WIB

tanda spesifik apa yg bisa diketahui untuk penyakit hepatitis?
Isi Komentar :
Nama :
Website :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 






Ekonomi (3)
Hiburan (6)
Kesehatan (30)
Klinik (4)
Olahraga (8)
Politik (9)
Tanaman Obat (6)
Teknologi (5)
Tesis (4)
Umum (5)











Langganan RSS





/ /




Pilih Browser Favorit Anda?

Internet Explorer
Mozilla Firefox
Google Chrome
Opera

Hasil Poling